JAKARTA, mading.com - Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 Indonesia resmi diumumkan pada Selasa (8/9/2026), dengan skor membaca dan sains mengalami peningkatan dibandingkan 2022. Kenaikan tersebut masing-masing mencapai enam poin, sementara skor matematika justru turun dua poin. Asesmen internasional yang mengukur kemampuan membaca, matematika, dan sains itu melibatkan siswa berusia 15 tahun dari 91 negara.

Pada bidang membaca, skor Indonesia naik dari 359 poin pada 2022 menjadi 365 poin pada 2025, sedangkan persentase siswa yang mencapai kompetensi minimum meningkat dari 25,40 persen menjadi 27,11 persen. Sains juga mencatat kenaikan dari 383 menjadi 389 poin, dengan capaian kompetensi minimum meningkat dari 34,10 persen menjadi 36,81 persen. Berbeda dengan dua bidang tersebut, skor matematika turun dari 366 menjadi 364 poin dan persentase siswa yang mencapai kompetensi minimum ikut turun dari 18,40 persen menjadi 16,93 persen.

Dari sisi peringkat, Indonesia berada di posisi ke-74 dari 90 negara untuk membaca, peringkat ke-73 dari 91 negara untuk sains, dan peringkat ke-78 dari 90 negara untuk matematika. Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen Rahmawati mengatakan, kenaikan skor membaca dan sains juga diikuti peningkatan proporsi siswa yang memenuhi kompetensi minimum. “Tapi kita bisa melihat dari sisi skor, kita ada kenaikan skor untuk sains enam poin, membaca juga skornya naik enam poin, matematika ada penurunan 2 poin,” kata Rahmawati dalam peluncuran hasil PISA 2025 di Jakarta.

Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi Kemendikdasmen untuk memperkuat kualitas pembelajaran di Indonesia. Kepala BKPDM Kemendikdasmen Toni Toharudin mengatakan, penguatan kompetensi guru dan literasi perlu terus dijalankan secara konsisten agar perubahan kebijakan benar-benar terasa dalam proses belajar siswa. “Keberhasilan kita bukan naiknya posisi Indonesia dalam peringkat PISA, melainkan semakin naiknya kemampuan murid kita dalam bernalar, memecahkan masalah, dan belajar sepanjang hayat,” ujar Toni.

PISA 2025 sendiri dilaksanakan pada April-Mei 2025 dengan metode Paper Based Test dan Computer Based Test, melibatkan sekitar 760 ribu siswa sebagai sampel global. Menindaklanjuti hasil tersebut, Kemendikdasmen menyiapkan empat fokus, yakni peningkatan kompetensi guru, kualitas pembelajaran, penyelarasan Asesmen Nasional dan Tes Kemampuan Akademik dengan kemampuan bernalar, serta penguatan peran keluarga. Langkah tersebut juga didukung sejumlah platform pembelajaran dan asesmen yang dapat dimanfaatkan guru maupun siswa secara mandiri.